Tampilkan postingan dengan label Cindy rantika devi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cindy rantika devi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Oktober 2012

Andru Black, Charger Smartphone unik Berbentuk Robot Android Hitam


Andru Black, Charger Smartphone unik Berbentuk Robot Android Hitam

Robot Android dengan warna hijau sudah biasa. Namun robot Android dengan warna hitam kelam tentunya memiliki daya tarik tersendiri. Hal inilah yang ditawarkan oleh sebuah charger smartphone berlabel Andru Black. Seperti halnya robot hijau Android, Andru Black ini memiliki penampilan yang sama, bedanya, robot ini memiliki warna hitam.
Pihak perusahaan yang memproduksi charger, Gen, ini menyebuat bahwa setiap hal memiliki dark side atau sisi hitam. Begitu pula robot Android. Oleh karena itu, mereka pun memberikan opsi charger Andru Black, tentunya selain charger Andru dengan warna hijau.
Namun, harga charger ini terbilang cukup mahal. Bagi Anda yang suka dengan aksesoris berbau Android, Anda harus rela mengeluarkan uang sebesar $25 USD untuk charger satu ini. Gen pun sudah mulai menjual versi hijau dari Andru dan bisa dibeli dari situs resmi perusahaan. Sedangkan untuk Dark Andru akan mulai dijual pada 11 Oktober mendatang.

Ayo gabung dengan kami di Google+: Oppo Find 5 Muncul Live, dengan Layar 5 Inci Full HD 1920 x 1080 piksel

Tak kalah dengan peluncuran secara resmi dari HTC J Butterfly, sebuah bocoran handphone Oppo Find 5 dengan spesifikasi layar yang tak kalah canggih muncul di internet. Penampakan handphone tersebut pun kini muncul di internet secara live.
Handphone ini menurut rencana akan mulai dijual di pasaran Cina pada bulan November, lebih cepat satu bulan dibandingkan dengan HTC J Butterfly yang dijual di Jepang pada Desember. Sayangnya, kemungkinan besar dua handphone dengan layar full HD ini tak akan dijual di luar Jepang dan Cina.
Handphone ini pun memiliki spesifikasi yang tak kalah dengan HTC J Butterfly. Di bagian display, terdapat layar berukuran 5 inci dengan resolusi full HD 1920 x 1080 piksel dengan densitas piksel 441 ppi. Tak hanya itu, handphone ini pun menggunakan prosesor quad core miliki Qualcomm serta dibarengi dengan RAM 2GB.
Namun yang membuat handphone ini lebih baik dari HTC J Butterfly adalah ukurannya yang sangat tipis. Dengan ketebalan 6.9 milimeter, handphone ini menjadi salah satu handphone tertipis di dunia. Ketebalan handphone ini memang masih kalah jika dibandingkan dengan saudaranya, yakni Oppo Finder yang memiliki ketabalan hanya 6.65 milimeter.
Handphone ini pun dikatakan akan datang dengan OS Android Jelly Bean 4.1. Masih belum cukup, di bagian belakang terdapat kamera 12MP dengan autofocus, LED flash dan mampu merekam video full HD. Baterai ini pun memiliki kapasitas yang tinggi, yakni 2500 mAh.
Mengenai harga, versi 16GB dari handphone ini akan dijual di Cina dengan harga 3000 yuan atau sekitar 4.5 juta rupiah. Tidak ada informasi apakah Oppo hanya menyediakan versi 16GB atau terdapat versi lain dengan kapasitas yang lebih besar.

Kamis, 11 Oktober 2012

Buku Elektronik

Buku elektronik atau e-book adalah salah satu teknologi yang memanfaatkan komputer untuk menayangkan informasi multimedia dalam bentuk yang ringkas dan dinamis. Dalam sebuah e-book dapat diintegrasikan tayangan suara, grafik, gambar, animasi, maupun movie sehingga informasi yang disajikan lebih kaya dibandingkan dengan buku konvensional. Jenis e-book paling sederhana adalah yang sekedar memindahkan buku konvensional menjadi bentuk elektronik yang ditayangkan oleh komputer. Dengan teknologi ini, ratusan buku dapat disimpan dalam satu keping CD atau compact disk (kapasitas sekitar 700MB), DVD atau digital versatile disk (kapasitas 4,7 sampai 8,5 GB) maupun flashdisk (saat ini kapasitas yang tersedia sampai 16 GB). Bentuk yang lebih kompleks dan memerlukan rancangan yang lebih cermat misalnya pada Microsoft Encarta dan Encyclopedia Britannica yang merupakan ensiklopedi dalam format multimedia. Format multimedia memungkinkan e-book menyediakan tidak saja informasi tertulis tetapi juga suara, gambar, movie dan unsur multimedia lainnya. Penjelasan tentang satu jenis musik misalnya, dapat disertai dengan cuplikan suara jenis musik tersebut sehingga pengguna dapat dengan jelas memahami apa yang dimaksud oleh penyaji.

E-learning

Beragam definisi dapat ditemukan untuk e-learning. Victoria L. Tinio, misalnya, menyatakan bahwa e-learning meliputi pembelajaran pada semua tingkatan, formal maupun nonformal, yang menggunakan jaringan komputer (intranet maupun ekstranet) untuk pengantaran bahan ajar, interaksi, dan/atau fasilitasi. Untuk pembelajaran yang sebagian prosesnya berlangsung dengan bantuan jaringan internet sering disebut sebagai online learning. Definisi yang lebih luas dikemukakan pada working paper SEAMOLEC, yakni e-learning adalah pembelajaran melalui jasa elektronik. Meski beragam definisi namun pada dasarnya disetujui bahwa e-learning adalah pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi elektronik sebagai sarana penyajian dan distribusi informasi. Dalam definisi tersebut tercakup siaran radio maupun televisi pendidikan sebagai salah satu bentuk e-learning. Meskipun radio dan televisi pendidikan adalah salah satu bentuk e-learning, pada umumnya disepakati bahwa e-learning mencapai bentuk puncaknya setelah bersinergi dengan teknologi internet. Internet-based learning atau web-based learning dalam bentuk paling sederhana adalah website yang dimanfaatkan untuk menyajikan materi-materi pembelajaran. Cara ini memungkinkan pembelajar mengakses sumber belajar yang disediakan oleh narasumber atau fasilitator kapanpun dikehendaki. Bila diperlukan dapat pula disediakan mailing list khusus untuk situs pembelajaran tersebut yang berfungsi sebagai forum diskusi. Fasilitas e-learning yang lengkap disediakan oleh perangkat lunak khusus yang disebut perangkat lunak pengelola pembelajaran atau LMS (learning management system). LMS mutakhir berjalan berbasis teknologi internet sehingga dapat diakses dari manapun selama tersedia akses ke internet. Fasilitas yang disediakan meliputi pengelolaan siswa atau peserta didik, pengelolaan materi pembelajaran, pengelolaan proses pembelajaran termasuk pengelolaan evaluasi pembelajaran serta pengelolaan komunikasi antara pembelajar dengan fasilitator-fasilitatornya. Fasilitas ini memungkinkan kegiatan belajar dikelola tanpa adanya tatap muka langsung di antara pihak-pihak yang terlibat (administrator, fasilitator, peserta didik atau pembelajar). ‘Kehadiran’ pihak-pihak yang terlibat diwakili oleh e-mail, kanal chatting, atau melalui video conference.